Rabu, 19 Agustus 2009

Buatmu

malam ini,
aku sangat ingiiiiiiiin kamuuuuuuuuuuuuuuuuuu duduk disini denganku, mari ngeteh madu bersama. mari bicara buku, mari menyangsikan segala. Semua.


kenapa aku selalu merasa berjarak dari dunia luar. Dengan segala meriahnya. dengan segala tuntutan magis yang meraung-raung, menyeret-nyeret kesadaran pada ambang. Aku sungguh mau kamu. denganmu, aku seperti membaca buku, atau menulis pada catatan harian yang bisa bicara. Seperti cermin yang membelai rupa dari balik kaca. kamu, mungkin refleksi diriku sendiri. yang tak harus lagi aku menyembunyikan 'diri'. kamu, mungkin aku. aku. kamu. kita.


pagi ini,

aku memakai cardigan hijau, dengan long dress nuansa segala warna. berharap merayu hati agar lekas ceria. tak berhasil. hatiku tak pernah semudah itu tertipu. aaarrrrrghhhhhhhhhh, aku jengah.


kamu benar. sudah sebaiknya kita begini saja. tak perlu bersua. tak perlu menjadi nyata. aku lebih senang bermain-main sendiri dengan imajinasi ini. biarkan berkembang menjadi apasaja. tak mengapa.


sedang kubayangkan kau baca tulisan ini di depan layar, dengan sebatang rokok mild di jarimu, sebab mungkin kau sedang agak berbahagia, secangkir kopi, dan a beautiful mess di udara. haha, kamu tersenyum kecil sekarang. menertawai kepolosanku yang bercerita, menertawai kita... yang gila. yang tergila-gila dengan alam soliter berdua ini. kubayangkan lagi, jika saja kita benar bertemu, mengucap kata, mengumbar senyum, bergandeng tangan menyebrangi jalan, mungkinkah rasa ini akan sama? mungkinkah aku tetap kamu, dan kamu tetap aku?


aku tak tahu akan sampai kapan kita mengada dalam galaksi indah virtual ini, di mana segala hal menjadi mungkin. nikmati saja hari ini. tak perlu risau akan nanti. biarkan tetap mengada.. apa adanya. begini saja.