Di dunia ini, aku telah belajar menghafal kata 'welcome' dan 'goodbye'.. karena aku percaya, hidup hanya berkisar dalam 2 kata tadi. pagi ini, kamu datang seperti biasanya. Entah sekedar mengantar senyum atau memberi ucapan selamat pagi. Tapi aku membalasnya dengan ucapan selamat pergi. Jangan datang lagi. bukan bosan atau muak dengan semua yang maya padamu. Hanya saja aku selalu menjaga jarak pada ketergantungan dan ekstase. Aku tak ingin mati tercandu sesuatu, apalagi karena hal gila seabsurd yang kita punya.
untuk bersamaku, kau harus sekuat karang. kau harus mampu menaklukkan aku, tentu setelah kau melakukannya pada dirimu sendiri. Namun aku tak yakin kau mampu melakukannya. tak ada yang bisa melakukannya. Telah banyak kisah 'datang-pergi' seperti ini. dan bagiku, ini hanya ulangan masa lalu. yang menghampiri lalu terhempas begitu saja. Percayalah, bukan aku yang menginginkannya. Dunia ini riil, sayangku, senyata kau yang seharusnya bisa menjabat tanganku dan tersenyum menyebutkan nama. Tapi kau tak memilih melakukannya. Kau ingin tetap menyelimutiku dalam imajinasimu sendiri, sementara realita terus menghisapku pada porosnya.
jika ini memang sungguh cinta,
kau tahu di mana bisa menemukanku,
dan menjabat tanganku..
untuk mulai menyebut nama..
kesempatan tidak datang menyapamu,
kamulah yang harus membuatnya
kamulah yang punya kuasa untuk memilih melakukannya,
atau..
melupakannya saja...